METODE PEMBELAJARAN (part 1)

25 Okt

Metode Pembelajaran atau Strategi Pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Dapat dikatakan  metode pembelajaran  merupakan bagian dari  strategi  instruksional. Tetapi tidak semua metode pembelajaran  sesuai digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Penulisan mengenai metode di bawah ini hanya sekilas secara umum atau tidak mengikuti suatu  urutan tertentu, tetapi dilakukan  secara acak. Diungkapkan  pula kapan baiknya metode tersebut dilaksanakan serta keunggulan dan kekurangan metode tersebut.

Sebelum memutuskan / menggunakan metode atau strategi mana yang akan dipakai dalam proses belajar mengajar hendaknya harus sesuai dengan materi yang akan di ajarkan, oleh karena itu seorang pengajar perlu memperhatikan beberapa pertimbangan berikut :

a.  Tujuan pembelajaran.

Pertimbangan  ini  merupakan syarat  mutlak dalam pemilihan metode yang akan digunakan. Sebagai contoh, seorang guru kesenian menetapkan cara memainkan alat musik  dengan benar. Dalam hal ini metode yang dapat membantu adalah metode ceramah, dimana diterangkan bagian-bagian dari masing-masing alat musik dan cara penggunaannya. Kemudian metode demonstrasi, siswa dapat mendemonstrasikan cara memainkan suatu alat musik dengan benar, selanjutnya metode pembagian tugas, siswa kita tugasi,  bagaimana  memegang  gitar, bass,  drum, dan apa tugas  mereka, dan bagaimana mereka dapat bekerjasama dan memainkan suatu  lagu dengan baik dan benar.

b.  Pengetahuan awal siswa

Metode yang akan kita gunakan tergantung pada pengetahuan awal yang dimiliki para siswa. Jika siswa tidak memiliki prinsip, konsep, dan fakta atau memiliki pengalaman, maka kemungkinan  besar mereka belum dapat dipergunakan  metode yang bersifat belajar mandiri. Metode yang dapat digunakan hanyalah ceramah, demonstrasi, penampilan, latihan dengan teman, sumbang saran, praktikum, bermain peran, dan lain- lain.

c.  Bidang studi/pokok bahasan/aspek

Pada SMP dan SMA,  program studi  diatur dalam tiga kelompok.  (1) program pendidikan umum (kognitif), (2) program pendidikan akademik, dan (3) pendidikan keterampilan (psikomotorik). Maka metode yang akan kita gunakan lebih berorientasi pada masing-masang  ranah diatas yang terdapat dalam pokok bahasan/aspek.

d.  Alokasi waktu dan sarana penunjang

Dalam satu  jam pelajaran, tentunya kita perlu membagi waktu yang akan dipergunakan oleh masing-masing metode. Misalnya, pelajaran Kimia, metode yang akan dipakai adalah praktikum, bukan berarti metode lain tidak kita gunakan. Metode ceramah sangat perlu untuk memberi petunjuk, aba-aba, dan arahan, dengan alokasi waktu sekian menit. Kemudian   memungkinkan metode  diskusi,     karena dari  hasil   praktikum, siswa memerlukan diskusi kelompok untuk memecahkan problem yang dihadapi.

e.  Jumlah siswa

Idealnya  metode yang diterapkan melalui pertimbangan  rasio  guru dan siswa  agar proses belajar mengajar efektif. Dalam kelas yang besar dan siswa yang banyak, metode ceramah yang lebih efektif, akan tetapi yang perlu diingat bahwa metode ceramah memiliki banyak kelemahan.

f.  Pengalaman dan kewibawaan pengajar.

Pengalaman akan membuat seorang pengajar dapat menentukan dengan tepat metode mana yang akan dipergunakan.  Kewibawaan  merupakan  kelengkapan  mutlak yang bersifat  abstrak  karena guru akan berhadapan  dan mengelola siswa  dengan latar belakang yang berbeda beda.

METODE-METODE PEMBELAJARAN

1.  Metode Ceramah.

Metode ceramah adalah suatu cara mengajar  yang paling tradisional dan telah lama dilaksanakan   oleh  para guru. Dengan penyajian materi  melalui penuturan dan penerangan  lisan  guru kepada  siswa. Metode ini digunakan  bila pelajaran tersebut banyak mengandung  hal-hal yang memerlukan penjelasan  dari guru. Metode ini hendaknya digunakan bersama-sama metode lain, seperti metode tanya-jawab. Pada metode ceramah ini, siswa dilatih untuk menjadi pendengar yang balk. Agar siswa tetap berperan secara  aktif  dalam proses  belajar-mengajar   yang menggunakan  metode ceramah  ini,   maka  siswa    perlu   dilatih   mengembangkan kemampuan untuk mendengarkan,  memahami suatu  informasi,  dan mencatatnya  dengan baik. Siswa hendaknya  diminta mengajukan  pertanyaan atau memberikan  tanggapan  terhadap informasi-informasi tertentu.

Metode ini tidak senantiasa  jelek bila penggunaannya  betul-betul disiapkan dengan baik, didukung dengan alat  dan  media, serta  memperhatikan batas-batas penggunaanya.

Metode ceramah dapat dilakukan oleh guru :

a.  Untuk memberikan pengarahan, petunjuk di awal pembelajaran.

b.  Waktu terbatas, sedangkan materi / informasi banyak yang akan disampaikan.

c.  Lembaga pendidikan memiliki  sedikit staf pengajar, sedangkan jumlah siswa banyak.

Keterbatasan / kekurangan metode ceramah adalah sebagai berikut :

a.  Keberhasilan siswa tidak terukur,

b.  Perhatian dan motivasi siswa sulit diukur.

c.  Peran serta siswa dalam pembelajaran rendah. d.  Materi kurang terfokus.

e.  Pembicaraan sering melantur.

2.  Metode Demonstrasi

Metode demontrasi adalah suatu cara mengajar dengan mempertunjukkan cara kerja suatu benda. Benda itu dapat berupa benda sebenarnya atau suatu model. Hal-hal lain yang dapat dipertunjukkan adalah cara menggunakan alat atau serangkaian percobaan. Yang terakhir ini dilakukan bila alat-alat yang digunakan itu jumlahnya tidak memadai, percobaan itu mengandung hal-hal yang berbahaya, atau ada alat-alat yang mudah pecah. Dalam metode ini, antara lain dapat dikembangkan  kemampuan  siswa untuk mengamati,  menggolongkan,  menarik kesimpulan, menerapkan  konsep, prinsip  atau prosedur  dan mengkomunikasikannya  kepada siswa-siswa  lain. Demonstrasi  dapat dilakukan oleh guru atau siswa yang sudah dilatih sebelumnya.

Metode ini biasanya disatukan dengan metode eksperimen. Pelaksanaan :

a.  Manakala kegiatan pembelajaran bersifat formal, magang, atau latihan kerja.

b. Bila  materi pelajaran berbentuk keterampilan  gerak, petunjuk sederhana  untuk melakukan keterampilan dengan menggunakan   bahasa   asing,   dan  prosedur melaksanakan suatu kegiatan.

c. Manakala guru, pelatih, instruktur  bermaksud  menyederhanakan  penyelesaian kegiatan yang panjang, baik yang menyangkut pelaksanaan suatu prosedur maupun dasar teorinya.

d.  Pengajar bermaksud menunjukkan suatu standar penampilan.

e.  Untuk menumbuhkan motivasi siswa tentang latihan/praktik yang kita laksanakan.

f. Untuk dapat mengurangi  kesalahan-kesalahan bila dibandingkan  dengan kegiatan hanya  mendengar ceramah atau  membaca di  dalam  buku,  karena siswa memperoleh gambaran yang jelas dari hasil pengamatannya.

g. Bila beberapa masalah yang menimbulkan  pertannyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi atau eksperimen.

h. Bila siswa turut aktif bereksperimen, maka ia akan memperoleh pengalaman praktik untuk mengembangkan kecakapan dan memperoleh  pengakuan dan pengharapan dari lingkungan social

Batasan / kekurangan Metode Demonstrasi

a. Akan menjadi tidak wajar bila alat yang didemonstrasikan  tidak dapat diamati dengan seksama oleh siswa.

b.  Kurang efektif bila tidak diikuti dengan metode eksperimen

c.  Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelompok.

d. Terkadang saat suatu alat dibawa ke kelas untuk didemonstrasikan, terjadi proses yang berlainan dengan proses di dalam situasi nyata.

e. Bila setiap orang diminta mendemonstrasikan dapat menyita waktu yang banyak, dan membosankan bagi peserta yang lain.

3.  Metode Eksperimen (Praktikum)

Bila pada metode Demonstrasi,  yang terlibat lebih banyak adalah guru, maka pada metode ini  siswa  akan lebih banyak aktif. Metode Eksperimen  ialah suatu  cara memberikan  kesempatan  kepada siswa  secara  perseorangan   atau kelompok untuk berlatih melakukan suatu proses percobaan  secara mandiri. Melalui metode ini siswa sepenuhnya terlibat, antara lain dalam merencanakan eksperimen, menemukan fakta, mengumpulkan data, menarik kesimpulan, merumuskan konsep, prinsip, atau hukum. Selanjutnya,  siswa  pun  dapat melakukan pengujian kesimpulan  atau pembuktian/penelitian kembali terhadap konsep atau prinsip yang telah ditemukannya itu melalui eksperimen verikatif. Metode ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan sikap ilmiah pada diri siswa.

Untuk dapat melaksanakan metode ini, maka pengajar harus :

a.  Memberikan  penjelasan yang cukup kepada siswa selama siswa berpraktik.

b. Melakukan  tindakan pengamanan  sebelum  kegiatan dimulai untuk keselamatan siswa   yang digunakan.

Metode ini tepat digunakan bila :

a.  Pelajaran telah mencapai tingkat lanjutan

b.  Kegiatan pembelajaran bersifat formal, latihan kerja, atau magang.

c. Siswa mendapat kemungkinan untuk menerapkan apa yang dipelajarinya  ke dalam situasi sesungguhnya.

d.  Kondisi praktek sama dengan kondisi kerja

e.  Dapat disediakan bimbingan kepada siswa secara dekat selama praktik

f.  Kegiatan ini menjadi remedial bagi siswa.

Keterbatasan / kekurangan metode eksperimen :

a. Membutuhkan waktu panjang, karena siswa  harus  mendapatkan kesempatan berpraktik sampai baik.

b.  Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin  mahal, sulit diperoleh, dan dipelihara secara terus menerus.

c.  Membutuhkan  pengajar yang lebih banyak, karena setiap  pengajar hanya dapat membantu sejumlah kecil siswa.

4.  Metode Proyek

Metode proyek merupakan suatu cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, membaca, meneliti, menghubungkan  dan mengembangkan  sebanyak mungkin pengetahuan  yang telah diperoleh dari berbagai  mata pelajaran.  Metode proyek membahas  suatu  tema atau unit pelajaran.  Kemudian  siswa diminta untuk membuat lapran dari tugas yang diberikan kepadanya dalam bentuk makalah. Melalui metode ini diharapkan  siswa dapat dilatih baik secara  individual maupun kelompok untuk menelaah suatu materi pelajaran dengan wawasan yang lebih luas memantapkan pengetahuan yang telah diperoleh, meningkatkan penghargaan terhadap lingkungan, memahami dan berupaya memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari- hari, serta menyalurkan minat yang memungkinkan  baik dilihat  dari segi waktu atau bahan pelajaran dari berbagai mata pelajaran.

5.  Metode Diskusi

Metode diskusi ialah suatu  cara penguasaan bahan pelajaran melalui wahana tukar pendapat dan  informasi   berdasarkan  pengetahuan dan  pengalaman yang telah diperoleh guna memecahkan  suatu masalah, memperjelas  sesuatu bahan serta pelajaran dan mencapai kesepakatan. Melalui metode ini berbagai keterampilan seperti beratnya, berkomunikasi,   menafsirkan,   dan  menyimpulkan dapat  dikembangkan. Demikian pula keberanian mengemukakan pendapat, sikap-sikap kritis, skeptis, toleran, kemampuan mengendalikan emosi, dan sebagainya dapat dibina melalui penggunaan metode ini.

Metode ini dilaksanakan oleh pengajar bila :

a.  Menyediakan bahan, topik, atau masalah yang akan didiskusikan

b. Menyebutkan  pokok-pokok  masalah yang akan dibahas,  atau memberikan studi khusus kepada siswa sebelum mengadakan diskusi.

c. Menugaskan siswa untuk menjelasakan, menganalisis, dan meringkas.

d.  Membimbing diskusi, tidak memberi ceramah.

e.  Sabar terhadap kelompok yang lamban dalam berdiskusi.

f.  Waspada terhadap kelompok yang tampak kebingungan atau berjalan dengan tidak menentu.

g.  Melatih siswa dalam menghargai pendapat orang lain.

Metode ini tepat digunakan bila :

a.  Siswa berada di tahap menengah atau tahap akhir proses belajar,

b.  Pelajaran formal atau magang

c.  Perluasan pengetahuan yang telah dikuasai siswa,

d.  Belajar mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta mengambil keputusan.

e. Membiasakan  siswa berhadapan  dengan  berbagai  pendekatan,  interpretasi,  dan kepribadian.

f.   Menghadapi masalah secara berkelompok

g.  Membiasakan siswa untuk beragumentasi dan berfikir rasional.

Keterbatasan / kekurangan metode diskusi:

a.  Menyita waktu lama dan jumlah siswa harus sedikit.

b.  Mempersyaratkan  siswa  memiliki latar belakang  yang cukup tentang topik atau masalah yang didiskusikan.

c.  Tidak  tepat  bila digunakan pada tahap awal proses  belajar bila siswa  baru diperkenalkan kepada bahan pelajaran baru.

d.  Apatis bagi siswa yang tidak terbiasa berbicara dalam forum.

6.  Metode Widyawisata

Metode Widyawisata ialah suatu cara penguasaan bahan pelajran  dengan membawa siswa langsung kepada objek yang akan dipelajari  yang terdapat di luar kelas atau di lingkungan kehidupan nyata. Metode widyawisata antara lain diterpakan karena obyek yang akan dipelajari hanya terdapat di tempat tertentu. Selain itu, pengalaman langsung dapat membuat siswa lebih tertarik kepada pelajaran  yang disajikan  sehinggga lebih ingin mendalami hal yang diminatinya dengan mencari informasi dari buku-buku sumber lainnya serla menumbuhkan  rasa cinta kepada Iingkungan alam dan lingkungan budaya. Metode widyawisata  berfungsi pula memberikan  variasi belajar kepada  siswa. Agar widyawisata   ini  dapat  mencapai hasil   yang optimal,  maka diperlukan adanya perencanaan yang matang, pelaksanaan yang efektif dan efisien, serta adanya kegiatan tindak lanjut seperti  evaluasi,  pelaporan, diskusi,  deklamasi,  pameran sederhana, pemuatan karangan siswa pada koran sekolah, majalah dinding atau media lainnya, dan sebagainya.

7.  Metode Bermain peran

Metode bermain peran ialah suatu  cara penguasaan  bahan pelajaran melalui pengembangan  imajinatif, daya ekspresi,  dan penghayatan  ini  dilakukan dengan memerankan  seseorang dari sejarah,  dunia pengetahuan,  dan lain-lain, atau peran lainnya dari dunia hewan dan tumbuhan. Kegiatan memerankan seseorang atau sesuatu akan membuat siswa  mudah memahami dan seringkali  menghayati hal-hal yang dipelajarinya.

8.  Metode Tanya Jawab

Merupakan suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. Metode ini sering digunakan dalam proses belajar mengajar bersama-sama dengan  metode lain. Tanya  jawab ini dapat dilakukan pada awal, di tengah-tengah,  atau pada akhir kegiatan belajar mengajar.  Tanya  jawab ini sering dilakukan pada untuk mengetahui sejauh mana bahan pelajaran yang sedang atau telah dibahas  itu  dipahami siswa.  Dari hasil  tanya-jawab,  guru dapat memperjelas  atau meluruskan   pemahaman   siswa  mengenai suatu  bahan pelajaran tertentu.  Dalam metode ini, dapat dikembangkan kemampuan seperti  mengajukan dan merumuskan pertanyaan serta mengkomunikasikan.

Metode ini sangat tepat bila pelaksanaannya bertujuan untuk :

a. Meninjau ulang pelajaran atau ceramah  yang lalu, agar siswa  memusatkan  lagi perhatian pada jenis dan jumlah kemajuan  yang telah dicapai sehingga  mereka dapat melanjutkan pelajarannya.

b.  Menyelingi pembicaraan  agar tetap mendapatkan  perhatian siswa,  atau dengan perkataan lain untuk mengikut sertakan mereka.

c.  Mengarahkan pengamatan dan pemikiran mereka.

Metode ini tidak wajar digunakan untuk :

a.  Menilai kemajuan peserta didik.

b.  Mencari jawaban dari siswa, tetapi membatasi jawaban yang dapat diterima.

c.  Memberi giliran pada siswa tertentu.

Kebaikan / kelebihan metode tanya jawab adalah :

a.  Tanya jawab dapat memperolah sambutan yang lebih aktif bila dibandingkan dengan metode ceramah yang bersifat menolong.

b.  Memberi kesempatan  kepada siswa  untuk mengemukakan  pendapat sehingga nampak mana yang belum jelas atau belum dimengerti.

c.  Mengetahui perbedaan-perbedaan pendapat yang ada, yang dapat dibawa ke arah suatu diskusi.

Kelemahannya adlah bahwa tanya jawab bis menimbulkan  penyimpangan dari pokok persoalan. Lebih-lebih  jika kelompok  siswa yang memberi jawaban atau mengajukan pertannyaan  yang dapat menimbulkan  masalah baru dan menyimpang  dari pokok persoalan.

9.  Metode Latihan

Metode latihan merupakan suatu metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih melakukan suatu  keterampilan  tertentu berdasarkan penjelasan atau petunjuk  guru.  Melalui  metode  ini  dapat  dikembangkan keterampilan melalui pembiasaan.

10. Metode Pameran (penampilan)

Metode pameran digunakan untuk memberikan kesempatan  kepada siswa  untuk menyajikan dan menjelaskan apa yang dipelajarinya.  Pameran yang dimaksud dapat berupa pameran kelas atau pameran sekolah dengan memamerkan grafik, model, alat, gambar ukiran, patung, tanaman, dan hasil karya lainnya yang dibuat oleh siswanya. Metode pameran dapat merupaan kegiatan puncak dari serangkaian kegiatan lain yang menggunakan  widyawisata  atau metode proyek. Pameran  dapat digunakan  sebagai sarana penilaian keberhasilan suatu kegiatan belajar.

11. Metode permainan

Metode permainan adalah suatu  permainan adalah suatu  cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk permainan. Permainan dimaksud dapat berupa teka- teki, papan bergambar  (sejenis ular tangga),  kotak rahasia, atau kartu gambar yang dibuat oleh siswa  atau oleh guru. Metode ini dapat digunakan  untuk memberikan pengalaman menarik bagi siswa dalam memahami suatu konsep, menguatkan konsep yang telah dipahami, atau memecahkan masalah. Metode ini bermanfaat karena dapat mengembangkan motivasi    instrinsik,    memberikan  kesempatan    untuk   berlatih mengambil keputusan, dan mengembang pengendalian emosi bila menang atau kalah, serta lebih menarik dan menyenangkan sehingga memudahkan siswa untuk memahami bahan pelajaran yang disajikan. Dengan demikian, tujuan pembelajaran  akan tercapai secara tidak Iangsung. Metode ini sering digunakan dalam mata pelajaran Matematika, IPA, PPKN, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, dan sebagainya.

12. Metode Cerita

Metode  cerita  adalah suatu   cara  penanaman nilai-nilai  kepada siswa   dengan mengungkapkan kepribadian tokoh-tokoh melalui penuturan hikayat, legenda, dongeng, dan sejarah lokal. Metode ini dapat digunakan untuk membantu penghayatan nilai dan moral serta pembentukan sikap. Hal ini terjadi karena metode ini lebih mudah untuk membawa emosi siswa ke suasana cerita sehingga siswa menjadi tertarik dan mungkin terharu sehingga akan mempermudah  pembentukan sikap.

13. Metode Simulasi

Metode simulasi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui kegiatan praktik langsung  tentang pelaksanaan  nilai-nilai, penerapan  pengetahuan  dan keterampilan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini menampilkan simbol-simbol, protipe, atau peralatan  yang menggantikan  suatu  proses, kejadian  atau benda yang sebenarnya.   Metode  ini  dapat  mengembangkan   pemahaman pengetahuan dan penghayatan siswa terhadap sikap dan nilai yang berlaku di masyarakat.

Yang perlu diperhatikan :

a. Pada tahap permulaan, diperlukan tingkat di bawah realitas. Siswa diharapkan mengidentifikasi lokasi tujuan, sifat-sifat benda, tindakan yang sesuai dengan kondisi tertentu, dan lain sebagainya.

b. Pada tahap  pertengahan, diperlukan tingkat  realitas   yang memadai. Siswa diharapkan  dapat mempelajari  sesuatu  dalam kaitan dengan pengetahuan  yang lebih luas dan memulai mengkoordinasikan keterampilan-keterampilan.

c.  Pada tahap akhir, diperlukan tingkat realitas yang lebih tinggi.

d.  Siswa  diharapkan dapat melakukan  pekerjaan  seperti  seharusnya  dalam kondisi nyata.

Metode ini dapat dilakukan pada situasi :

a.  Semua tahap belajar

b.  Pendidikan formal atau magang

c.  Memberikan kegiatan-kegiatan yang analogis

d. Memungkinkan praktik dan umpan balik dengan resiko kecil. e.  Diprogramkan sebagai alat  pelajaran mandiri

Kelemahan metode simulasi:

a.  Biaya pengembangan tinggi dan perlu waktu lama

b. Fasilitas dan alat yang dibutuhkan mungkin sulit diperoleh dan harga yang mahal dan pemeliharaan yang sulit.

c.  Resiko sangat tinggi bagi siswa maupun pengajar

14. Metode Studi Mandiri

Metode ini berbentuk pelaksanaan tugas membaca atau penelitian oleh siswa tanpa bimbingan atau pengajaran khusus. Metode ini dilakukan dengan cara :

a.  Memberikan daftar bacaan kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya,

b.  Menjelaskan  hasil yang diharapkan  dicapai oleh siswa pada akhir kegiatan  studi mandiri.

c.  Mempersiapkan tes untuk menilai keberhasilan siswa.

Metode ini sangat tepat dilakukan bila :

a.  Pada tahap akhir proses belajar

b.  Dapat digunakan pada semua mata pelajaran

c.  Menunjang metode pembelajaran yang lain

d.  Meningkatkan kemampuan kerja siswa

e.  Mempersiapkan siswa untuk kenaikan tingkat atau jabatan

f. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperdalam minatnya tanpa dicampuri siswa lain.

Metode ini hanya dapat digunakan saat siswa mampu menentukan sendiri tujuannya dan dapat memperoleh sumber-sumber  yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

15. Metode Pembelajaran Terprogram

Metode  ini  menggunakan  bahan pengajaran yang disiapkan   secara  khusus.   Isi pengajaran di dalamnya harus dipecah menjadi langkah-langkah  kecil, diurup secara ceramat, diarahkan untuk mengurangi  kesalahan,  dan diikuti dengan umpan balik segera. Siswa mendapat kebebasan untuk belajar menurut kecepatan masing masing.

Yang perlu diperhatikan saat menggunakan metode ini :

a. Siswa harus benar-benar memiliki seluruh bahan, alat-alat dan perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelajaran.

b.  Siswa harus benar-benar tahu bahwa bahan itu bukan tes. Respon yang dibuat siswa selama proses belajar dimaksudkan untuk membantu belajar, bukan untuk dijadikan dasar penilaian.

c.  Tersedia sumber yang dapat membantu siswa bila ia mengalami kesulitan

d.  Secara berkala, siswa harus dicek kemampuannya untuk membuatnya benar-benar belajar.

Kapan menggunakan metode ini ?

a.  Saat siswa kurang mendapatkan interaksi sosial.

b. Pada semua tahap belajar, dari permulaan sampai dengan proses akhir belajar.

c.  Merupakan pelajaran formal, belajar jarak jauh, dan magang.

d.  Mengatasi kesulitan perbedaan individual

e.  Mempermudah  siswa belajar dalam waktu yang diinginkan

Kelemahan metode pembelajaran terprogram :

a.  Kurang  fleksibel  karena bahan pelajaran yang telah dikumpulkan dengan baik membuat setiap siswa melalui urutan kegiatan belajar yang sama.

b.  Biaya pengembangan yang tinggi

c.  Siswa kurang mendapatkan interaksi sosial.

16. Metode Latihan bersama Teman

Metode ini memanfaatkan  siswa yang telah lulus atau telah berhasil untuk melatih temannya  dan ia bertindak sebagai pelatih dan pembimbing (asisten  guru). Metode yang dipakai terserah kepada siswa pembimbing tersebut.

Yang perlu diperhatikan :

a.  bila hal ini merupakan pengalaman yang pertama bagi siswa pembimbing,  maka guru harus mengawasi dan mengarahkan siswa pembimbing terlebih dahulu.

b. Setelah siswa pembimbing mengenal tugas tersebut, maka ia mulai dilatih keterampilan dalam pelaksanaan tugasnya.

c.  Setelah siswa yang dibimbingnya  berhasil/lulus, maka ia menjadi pembimbing bagi siswa yang lain.

Metode ini dapat dilaksanakan dalam situasi :

a.  Semua tahap yang membutuhkan latihan satu persatu.

b.  Latihan kerja, latihan formal dan magang

Kelemahan metode latihan bersama teman:

a.  Terbatasnya  siswa  yang dapat dilatih sebagai  pembimbing dalam satu  periode tertentu.

b.  Kegiatan  latihan harus  senantiasa  dikontrol secara  langsung  untuk memelihara kualitas.

17. Metode Pemecahan Masalah (Brainstorming)

Metode ini merupakan metode yang merangsan berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Guru hanya melihat jalan pikiran siswa, pendapat, serta motivasi mengeluarkan pendapat siswa. Jangan sekali-kali tidak menghargai pendapat siswa sekalipun pendapat tersebut salah menurut guru.

Metode ini dapat dilaksanakan  bila siswa  telah mencapai  tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi  yang tinggi pula, tetapi metode ini perlu diwaspadai  karena akan menimbulkan rasa frustasi di kalangan siswa karena tidak menemukan solusi dari proses yang kita lakukan. Akan tetapi guru dapat menggambarkan bahwa yang diminta adalah buah pikiran dengan alasan-alasan rasional, bukan hanya sekedar solusi.

18. Metode Studi Kasus / Penugasan

Merupakan suatu cara pemberian kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan  petunjuk langsung, masalah, kejadian,  atau situasi  tertentu yang telah dipersiapkan guru. Kemudian  siswa ditugasi  untuk mencari alternatif pemecahanan. Dalam melaksanakan tugas ini siswa dapat memperoleh  pengalaman secara langsung dan nyata. Tugas dapat diberikan secara berkelompok atau perorangan. Melalui metode ini siswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan dan pembiasaan untuk mandiri, jujur, mengembangkan pola fikir kritis dan menemukan solusi baru dari suatu tugas yang harus dipecahkan.

Metode ini dapat diterapkan bila siswa  telah memiliki pengetahuan  awal tentang masalah yang disampaikan.

19. Metode Insiden

Metode ini hampir sama dengan metode studi kasus, akan tetapi siswa dibekali denagn data dasar yang tidak lengkap tentang suatu  kejadian atau peristiwa.  Mereka harus mencari data tambahan  untuk menyelesaikan tugas  yang diberikan kepada  mereka tentang kejadian dan peristiwa tersebut. Data ini sudah tersedia di sekolah dan ada pada guru, maka guru mempersiapkan data itu untuk diberikan kepada  siswa yang membutuhkannya.

Metode ini memiliki keunggulan dibanding studi metode kasis, siswa belajar memahami suatu  permasalahan,  kemudian berusaha  memecahkannya.  Dalam hal ini  akan menumbuh kembangkan cara berfikir siswa sebagaimana yang dikehendaki dalam studi mandiri, siswa berfikir kritis dan kreatif.

20. Metode Seminar

Metod ini merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik atau masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif, dan kepada mereka dibebankan tanggung jawab untuk mendapatkan solusi dari topik atau masalah yang diberikan. Guru bertindak sebagai narasumber.

Seminar merupakan pembahasan yang bersifat ilmiah, topik pembicaraan adalah hal-hal yang bertalian dengan masalah kehidupan sehari hari. Sebuah seminar adalah sebuah kegiatan pembahasan yang mencari pedoman-pedoman  atau pemecahan-pemecahan masalah tertentu. Itulah sebabnya maka seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan dan kesepakatan semua peserta. Malahan tidak jaran, seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi.

21. Metode Simposium

Metode ini adalah metode yang memaparkan suatu  seri pembicara  dalam berbagai kelompok topik dalam bidang materi tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah  itu  peserta  dapat menyampaikan  pertanyaan dan sebagainaya kepada pembicara.

Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri dari beberapa pembicara, sedikitnya dua orang. Tetapi simposium berbeda dengan panel di dalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota simposium terlebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu.

Terhadap  sebuah  persoalan  yang sama  diadakan  pembahasan  dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titik tolak yang berbeda-beda.

Bentuk pola lain metode simposium dapat dikelompokkan pada sejumlah  aspek, dan setiap aspek disoroti tersendiri dan khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan. Bagian prasana menyiapkan  tulisan yang dibagi-bagikan kepada peserta dan diadakan sanggahan  dari ahli tertentu  yang disebut  penyanggah  utama. Pendengar  dapat memberi pandangan umum dan pertanyaan sesudah penyanggah utama.

22. Metode tutorial

Metode ini merupakan cara penyampaian bahan pelajaran yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa  secara  mandiri. Siswa dapat mengkonsultasikan  tentang msalah-masalah  dan kemajuan yang ditemuinya secara periodik. Metode ini biasanya dilakukan pada SLTP terbuka, paket B, C, dan belajar jarak jauh dengan tatap muka yang terjadwal.

23. Metode deduktif

Metode ini  merupakan penjelasan  tentang prinsip-prinsip   isi  pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atau contoh-contohnya dalam situasi tertentu. Metode ini menjelaskan  teoritis  ke bentuk realitas  atau menjelaskan  hal-hal yang bersifat  umum ke yang bersifat  khusus.  Guru  menjelasakan  teori-teori yang telah ditemui para ahli, kemudian menjabarkan  kenyataan  yang terjadi atau mengambil contoh-contoh.  Seperti  makhluk yang bernyawa akan mati. Manusia, binatang,  dan tumbuhan adalah makhluk bernyawa, maka ia akan mati.

Metode ini tepat dipergunakan bila :

a.  Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari.

b. Isi pelajaran  meliputi terminologi, teknis  dan bidang yang kurang membutuhkan proses berfikir kritis.

c.  Pengajaran  mengenai pelajaran tersebut  mempunyai persiapan  yang baik dan pembicaraan yang baik.

d.  Waktu yang tersedia sedikit.

24. Metode induktif

Metode ini dimulai dengan pemberian berbagai kasus , fakta , contoh, atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian siswa dibimbing  untuk berusaha keras menemukan atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajaran tersebut. Metode ini disebut metode discovery atau socratic.

Metode ini tepat dipergunakan manakala :

a.  Siswa  telah mengenal atau mempunyai  pengalaman yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut.

b.  Yang diajarkan  berupa  keterampilan komunikasi antara pribadi, sikap, pemecahan, dan pengambilan keputusan.

c.  Pengajar mempunyai  keterampilan  fleksibel,  terampil mengajukan  pertannyaan, terampil mengulang pertannyaan, dan sabar.

25. Metode Computer Assisted Learning (CAL)

Metode ini digunakan untuk kegiatan belajar yang berstruktur, dimana komputer diprogramkan untuk permasalahan-permasalahan (sistem Pakar). Siswa diminta untuk memecahkan masalah  tersebut   atau  mencari jawaban dengan mempergunakan komputer dan seketika  itu  juga jawaban siswa  diproses  secara  elektronik. Dalam beberapa detik siswa sudah mendapat jawaban atau umpan balik jawaban tersebut. CAL memberikan siswa untuk maju sesuai dengan kecepatan masing-masing mereka.

Metode ini dapat dipergunakan pada setiap tingkat pengetahuan dari yang sederhana sampai pada yang paling kompleks.

Kelemahan metode Computer Assisted Learning (CAL) :

a.  Pengembangan program membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang lama.

b.  Pengadaan dan pemeliharaan  alat mahal.

Sumber Bacaan :

R. Ibrahim  & Nana Syaodih S, Perencanaan Pengajaran, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta,

1996

Zainal  Aqib, Profesionalisme  Guru  Dalam Pembelajaran,  Penerbit  Insan  Cendikia, Surabaya, 2002

Sumber sumber lainnya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: